Olah Raga Kebugaran Cross Fit

ekstrim Senam

Jadi, apa sebenarnya crossfit itu? Apa yang membedakan crossfit dengan yang lain? Dan kenapa kamu perlu mempertimbangkan untuk menjadikan crossfit sebagai bagian dari rutinitasmu, yang dikabarkan tidak untuk semua orang? Simak ulasan selengkapnya!

1. Crossfit lebih dari sekadar olahraga

Yep. Crossfit lebih dari sekadar olahraga biasa yang kamu bayangkan. Sebenarnya, crossfit merupakan sebuah gaya hidup yang mengombinasikan antara latihan fisik yang aman dan efektif serta nutrisi yang sehat. Program ini pun akan sanget membantumu menjadi lebih fit, kuat dan mempunyai otot-otot yang terbentuk dengan apik sesuai apa yang telah kamu impikan sejak lama.

2. Siapa pun bisa melakukannya

Kalau kamu termasuk orang yang ingin memiliki tubuh apik dan sehat serta mempunyai ambisi, menyukai tantangan, bosan dengan hal-hal rutin tradisional, dan menyenangi keterampilan baru, crossfit adalah pilihan yang cocok buatmu.

Laki-laki, wanita, tua, maupun muda, semua bisa melakoni crossfit. Masing-masing latihan juga dimodifikasi sesuai dengan kondisimu, sehingga tidak perlu takut sekalipun bila kamu seorang newbie dalam dunia olahraga.

3. Apa saja cakupan latihan yang diberikan?

Hal yang paling identik dengan crossfit adalah latihannya yang begitu intens. Kamu akan menggunakan seluruh otot tubuh untuk melakukan latihan angkat beban, gimnastik, berikut kardio seperti lari, renang dan masih banyak lainnya. Sebagai gambaran, secara umum kamu akan melakoni tiga bagian utama:

  • warming up (untuk meningkatkan detak jantung dan aliran darah);
  • skill/strength work (biasanya hanya terkonsentrasi pada satu jenis latihan sehingga kamu bisa mengimprovisasi dan menyempurnakan teknik tersebut dan melakukannya dalam beberapa set dan repetisi); dan
  • workout of the day (merupakan kombinasi berbagai gerakan dan latihan yang berbeda setiap harinya).

4. Keuntungan melakoni crossfit

Setiap orang mempunyai tujuan masing-masing dalam memilih sesuatu, termasuk hal ini. Crossfit yang memadukan aktivitas fisik sangat intens dan diimbangi dengan nutrisi yang tepat (daging, sayuran, biji-bijian, buah, dan minim gula) akan menekan risikomu terkena penyakit kronis. Di samping itu, tentu saja kamu juga bisa merasakan berbagai manfaat lainnya, seperti: lemak dalam tubuh akan terbuang, menguatkan dan membentuk otot, meningkatkan stamina, menguatkan jantung, sampai meningkatkan kepercayaan diri.

5. Gerakan dasar yang perlu dikuasai

Sebetulnya, tidak ada patokan khusus untuk hal ini. Meski begitu, bila ada satu gerakan khas Crossfit yang ‘semestinya’ kamu kuasai adalah kipping pull up. Gerakan dasar sekaligus ikonik satu ini bisa kamu lakukan dengan cara mengayun tubuh ke depan dan belakang dengan posisi tangan bergelantung seperti pull up pada umumnya.

Dengan tangan dibuka selebar bahu, dorong kepala ke depan untuk mulai berayun. Pastikan cengkeraman serta bahumu tetap kuat. Begitu terayun ke belakang, gunakan momentum tersebut untuk mengangkat dada.

6. Persiapan penting sebelum melakukan crossfit

Pada dasarnya, kamu tidak terlalu membutuhkan banyak hal untuk mulai melakoni crossfit. Selain pakaian olahraga yang nyaman dan aman, pastikan kamu juga memilih lokasi berlatih dan pelatih yang tepat. Tak lupa, kebulatan tekad dan mental pun merupakan bekal fundamental yang harus benar-benar kamu miliki.

7. Jadi, hal apa yang harus dihindari dalam crossfit?

Ketidaksabaran adalah jawabannya. Kesalahan terbesar yang sangat mungkin dan banyak dilakukan oleh orang adalah memiliki rasa tidak sabar. Selain bersabar dalam menjalani proses untuk mencapai tujuanmu melakukan crossfit, kamu juga perlu memiliki rasa sabar bila berada dalam kondisi yang kurang fit.

Masalahnya, kecenderungan tidak sabar dari pelaku crossfit itu yang sering menyebabkan cedera. Olahraga yang punya tempo cepat dan tekanan fisik yang keras ini membuat banyak orang memaksakan diri meskipun sudah merasa lelah. Setidaknya dari pemaksaan diri tersebut, otot sangat rentan mengalami kerusakan.

Reputasi crossfit cukup dikenal sebagai aktivitas fisik yang berpotensi untuk menimbulkan cedera. Berdasarkan Jurnal National Strength and Conditioning Association, sebanyak 73,5 persen orang yang diteliti tercatat mengalami cedera. Yang dikabarkan paling sering adalah cedera muskuloskeletal, terutama pada bagian bahu atau tulang belakang, dan risiko rhabdomyolisis. Maka dari itu, bila kamu pun sedang dalam kondisi cedera atau kurang fit, jangan memaksakan diri untuk segera berlatih seperti biasa.

Ingat, semua butuh proses. Santunlah terhadap tubuhmu sendiri. Jadi, sudah merasa siap untuk memulai kelas crossfit hari ini? Kenali tubuhmu dan kemampuanmu sendiri, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *