Bijak dalam bersepeda

Sepeda

LEBIH BIJAK LAH ANDA DALAM MENGUKUR KEMAMPUAN DIRI SENDIRI DALAM BERSEPEDA, KARENA KITA BERSEPEDA UNTUK MENCARI KESEHATAN BUKAN UNTUK BERESIKO CIDERA.

Tanda-tanda awal kita mencapai batas kemampuan bersepeda untuk para Cyclist sehubungan banyak kejadian goweser yang meninggal secara mendadak adalah :
(Re-posting dari Didit Roger)

Ini hubungan antara tenaga, kebutuhan oksigen dan detak jantung.

Otot kita saat bersepeda sangat membutuhkan supply oksigen yang cukup, yang dibawa oleh darah, dan dipompa oleh jantung.

– Tahap 1: tubuh terasa panas. Saat mendekati batas maksimal kerja jantung.

– Tahap 2 : sulit mengatur nafas. Sampai disini wajib mengurangi; kecepatan putaran kaki atau bermain power.

– Tahap 3 : berkunang-kunang dan/atau mual. Wajib berhenti.

– Tahap 4 : blackout atau pingsan. Tahap ini bisa langsung ke tahap selanjutnya.

– Tahap 5 : Jantung berhenti bekerja

Hal-hal yang baik jika dilakukan adalah :

1. Tidak melap tubuh saat berkeringat sebelum sampai tempat istirahat/finish. Karena tubuh mengeluarkan lendir untuk mengurangi penguapan berlebih yang bisa saja terhapus saat melap tubuh. Setelah kering kita biasa menyebutnya garam.

2. Selalu minum saat mulut terasa kering dan badan terasa panas secukupnya. Saya biasanya membatasi 4 – 7 teguk.

3. Selalu menggunakan baju quick dry supaya pendinginan tubuh dengan penguapan keringat terus terjadi. Jika tidak menggunakan baju tersebut bisa dengan mengganti baju kering atau memeras agar baju tidak penuh dengan keringat dan menghambat angin.

4. Tidak langsung duduk atau rebahan saat istirahat atau berkunang-kunang.

5. Jangan memaksa diri jika sudah tidak kuat atau tidak sehat, dan jangan tinggalkan teman yang sudah mengalami kunang-kunang dan mual jika gowes bersama._

Semoga membantu, tetap sehat dan tetap aman bersepeda….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *