Maskot Asian Games 2018

Atletik

Asian Game merupakan ajang olahraga terbesar se-Asia. Seperti yang diketahui, pada tahun 2018 ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan bergengsi tersebut. Segala hal pun serta merta dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, baik segi teknis, infrastruktur hingga maskot Asian Games 2018.

Sebetulnya pada 2015 lalu sudah dibuat maskot bertajuk Drawa, yakni seekor burung cendawasih dalam balutan pakaian pencak silat. Namun, desain maskot tersebut mendapat kritik tajam dari warganet. Mereka menilai maskot tersebut dibuat asal-asalan dan tidak ada keistimewaan di dalamnya.

Setelahnya, pihak panitia menyelenggarkan sayembara desain maskot Asian Games 2018 dan terpilihlah 3 maskot berikut ini.

1. Bhin-bhin

Bhin-Bhin adalah maskot yang diadaptasi dari seekor burung asal Papua yakni Cendrawasih (Paradisaea Apoda). Bhin Bhin makin kece dengan mengenakan rompi motif Asmat dari Papua. Maskot ini sendiri merepresentasikan strategi dengan harapan para atlet khususnya Indonesia bisa bersaing dengan strategi yang baik.

2. Atung
Atung adalah seekor rusa bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang mengenakan sarung dengan motif tumpal dari Jakarta. Rusa bawean sendiri adalah hewan yang banyak di jumpai di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Atung menjadi maskot yang merepresentasikan kecepatan, karena rusa sendiri dikenal akan kecepatan berlarinya.

3. Kaka
Kaka adalah maskot yang terinspirasi dari seekor badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) yang dikenal hanya bisa ditemukan di Ujung Kulon, Indonesia. Hewan langka ini mengenakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang. Karena tubuhnya yang besar dan kuat, di sini Kaka merepresentasikan kekuatan.

Ada yang bisa tebak asal nama-nama maskot ini dari mana? Nama Bhin-Bhin, Atung, dan Kaka ternyata merepresentasikan semboyan Bhineka Tunggal Ika lho. Walau berbeda-beda tapi tetap satu jua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *